PROPOSAL PTK
A. JUDUL: UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM MEMPELAJARI
ARTI SURAT-SURAT PENDEK MELALUI METODE INDEX CARD MATCH KELAS
3 MI
MA’ARIF KECAMATAN KALIGOWONG KABUPATEN WONOSOBO TAHUN
PELAJARAN 2016/2017.
B. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang
harus dipenuhi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Maju
mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kreativitas pendidikan bangsa itu
sendiri. Kompleksnya masalah kehidupan menuntut sumber daya manusia handal dan
mampu berkompetensi. Selain itu pendidikan merupakan wadah yang dapat dipandang
sebagai pembentuk sumber daya manusia yang bermutu tinggi. Berhasil atau
tidaknya suatu proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh pembelajaran yang
berlangsung. Pembelajaran adalah suatu proses yang rumit karena tidak sekedar
menyerap informasi dari guru tetapi melibatkan berbagai kegiatan dan tindakan
yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih baik.
Suprijono mengemukakan bahwa, “Pembelajaran
(learning) berdasarkan makna leksikal berarti proses, cara, perbuatan
mempelajari” (Suprijono, A. 2012: 13) Pengertian pembelajaran menurut Max pembelajaran adalah memberikan kebebasan
siswa untuk memilih bahan pelajaran dan cara mempelajarinya sesuai dengan minat
dan kemampuannya (Max, D, 2012) Pembelajaran
merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan
ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukkan sikap
dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah
proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Pembelajaran sendiri merupakan suatu proses
yang kompleks (rumit) dengan maksud memberi pengalaman belajar ke-pada siswa
sesuai dengan tujuan. (Sumiati
dan Asra, 2009: 3) Pembelajaran mempunyai sejumlah komponen yang saling berinteraksi
untuk mencapai tujuan yang meliputi guru, materi pem-belajaran, dan siswa.
Proses pembelajaran tersusun atas sejumlah
komponen atau unsur yang saling berkaitan dan saling berinteraksi satu sama
lain. Interaksi antara guru dan peserta didik pada saat proses belajar mengajar
berlangsung memegang peranan penting untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Kemungkinan kegagalan guru dalam menyampaikan suatu pokok bahasan disebabkan
saat proses belajar mengajar guru kurang membangkitkan perhatian dan aktivitas
peserta didik dalam mengikuti pelajaran.
Guru yang masih menggunakan metode
pembelajaran konvensional dengan alasan lebih mudah digunakan. Guru lebih lebih banyak ceramah dan peserta
didik hanya sebagai pendengar. Guru memberikan konsep-konsep pelajar-an dan
peserta didik hanya harus diam memperhatikan. Pembelajaran demikian tidak
melibatkan peserta didik aktif dalam pembelajaran karena guru mendominasi
pembelajaran. Akibatnya, peserta didik mudah merasa bosan dan berbicara
sendiri. Beberapa guru menganggap dirinya telah terampil mengajar karena telah
mengajar selama bertahun-tahun. Anggapan yang demikian menyebabkan kualitas
pembelajaran menurun. Mengenai kesalahan yang sering dilakukan guru, (E Mulyasa,
2011: 20) mengemukakan “Guru harus menyadari bahwa mengajar memiliki sifat
yang sangat kompleks karena melibatkan aspek pedagogis, psikologis, dan
didaktis secara bersamaan”. Pembelajaran konvensional materi biasanya hanya disajikan
dalam konsep-konsep tanpa melibatkan peserta didik untuk menemukan konsep
sendiri sehingga kurang bermakna bagi peserta didik.
Maka
dalam proses mengajar diharapkan terjadi interaksi antara guru, peserta didik
dan lingkungannya. Metode mengajar adalah salah satu cara yang digunakan guru
untuk mengadakan hubungan dengan siswa pada saat pengajaran berlangsung.
Peranan metode pengajaran sebagai alat untuk menciptakan PBM yang emnarik
sangat penting untuk menunjang keberhasilan suatu pembelajaran. Ada banyak
metode yang digunakan dalam pembelajaran, di antaranya dan salah satunya adalah
metode index card match.
2.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah
pada makalah ini adalah :
1. Bagaimana
penggunaan model kooperatif tipe Index Card Match dalam peningkatan
keberhasilan pembelajaran?
2. Apa
kelebihan dan kekurangan penggunaan Model Kooperatif Tipe Index Card Match
sebagai upaya peningkatan keberhasilan pembelajaran?
3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan
metode index card match ini adalah :
a.
Untuk
melatih peserta didik agar lebih cermat dan lebih kuat pemahamannya terhadap
suatu materi pokok. (Ismail SM., 2011: 82).
b. Meningkatkan
minat belajar siswa.
c.
Pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa akan
memperoleh hasil yang lebih baik.
4.
Kemanfaatan Penelitian
Adapun manfaat metode index card match
ini adalah:
a.
Diharapkan
dapat melatih peserta didik agar lebih cermat dan lebih kuat
pemahamannya terhadap suatu materi pokok. (Ismail SM., 2011: 82).
b. Diharapkan dapat meningkatkan minat
belajar siswa.
c. Diharapkan dapat menciptakan pembelajaran
yang menyenangkan bagi siswa sehingga memperoleh hasil yang lebih baik.
C.
TINJAUAN PUSTAKA
1.
Teori Tentang Masalah index
card match.
Salah satu metode dalam pembelajaran kooperatif adalah dengan
tipe Index Card Match.Pengertian Index
Card Match adalah mencari jodoh kartu tanya jawab yang dilakukan
secara berpasangan. Menurut (Marwan
dan Bona.(2011: 86) Metode
Index Card Match adalah Metode pemecahan masalah yang digunakan dalam
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Metode pembelajaran Index Card
Match dapat memupuk kerja sama siswa dalam menjawab pertanyaan dengan
mencocokkan kartu indeks yang ada di tangan mereka. Proses pembelajaran ini
lebih menarik karena siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu
konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan.
Menurut Suprijono metode “mencari
pasangan kartu” atau index card match cukup menyenangkan digunakan untuk
mengulangi materi pembelajaran yang telah diberikan sebelumnya.
(Siberman 2006: 250) menyatakan langkah-langkah strategi
index card match yaitu sebagai berikut:
a.
Pada kartu indeks yang terpisah, tulislah pertanyaan
tentang apapun yang diajarkan di kelas. Buatlah kartu pertanyaan dengan jumlah
yang sama dengan stengah jumlah siswa.
b.
Pada kartu yang terpisah, tulislah jawaban atas
masing-masing pertanyaan itu.
c.
Campurkan dua
kumpulan kartu itu dan kocoklah beberapa kali agar benar-benar tercampuraduk.
d.
Berikan satu kartu untuk satu siswa. Jelaskan bahwa ini
merupakan latihan pencocokan. Sebagian siswa mendapat pertanyaan tinjauan dan
sebagian lain mendapat kartu jawabannya.
e.
Perintahkan siswa untuk mencari kartu pasangan mereka.
Yaitu kartu yang berupa soal dengan kartu yang cocok atau yang merupakan
jawaban dari kartu soal tersebut.
f.
Bila semua pasangan yang cocok telah duduk bersama,
perintahkan tiap pasangan untuk memberikan kuis kepada siswa lain dengan
membacakan keras-keras pertanyaan mereka dan menantang siswa lain untuk
memberikan jawabannya.
Berdasarkan pendapat di atas, metode pembelajaran Index Card
Match merupakan metode pembelajaran yang menuntut siswa untuk bekerja sama dan
dapat meningkatkan rasa tanggung jawab siswa atas apa yang dipelajari dengan
cara yang menyenangkan. Siswa saling bekerja sama dan saling membantu untuk
menyelesaikan pertanyaan dan melemparkan pertanyaan kepada pasangan lain.
Kegiatan belajar bersama ini dapat membantu memacu belajar aktif dan kemampuan
untuk mengajar melalui kegiatan kerjasama kelompok kecil yang memungkinkan
untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan materi.
Dengan
demikian metode pembelajaran Index Card Match adalah suatu cara pembelajaran
aktif untuk meninjau ulang materi pelajaran dengan teknik mencari pasangan
kartu indeks yang merupakan jawaban atau soal sambil belajar mengenai suatu
konsep atau topik dalam suasana menyenangkan.
2.
Teori Tentang Keaktifan
Keaktifan adalah posisi dimana
siswa dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung,
dengan keaktifan siswa maka proses pembelajaran dapat berhasil dengan baik
sesuwai dengan tujuan pembelajaran.
3.
Kerangka Pikir
Setiap strategi pembelajaran, model pembelajaran,
ataupun metode pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kelemahan termasuk model
pembelajaran aktif tipe index card
match. Menurut Marwan menyatakan bahwa kelebihan index card match adalah
sebagai berikut:
a.
Menumbuhkan kegembiraan dalam kegiatan belajar
mengajar.
b.
Materi pelajaran yang disampaikan lebih menarik
perhatian siswa.
c.
Mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan
menyenagkan.
d.
Mampu meningkatkan hasil belajar siswa mencapai taraf
ketuntasan belajar.
Marwan dalam (Sanjaya, 2008:163) menyatakan bahwa terdapat kelebihan dari index card
match yaitu sebagai berikut.
a.
Menumbuhkan kegembiraan dalam kegiatan belajar
mengajar.
b.
Materi pelajaran yang disampaikan lebih menarik
perhatian siswa.
c.
Mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan
menyenagkan.
d.
Mampu meningkatkan hasil belajar siswa mencapai taraf
ketuntasan belajar.
e.
Penilaian dilakukan bersama pengamat dan pemain.
4.
Hipotesis Tindakan
Berikut angkah-langkah tindakan metode index card match:
a.
Buatlah potongan kertas sebanyak jumlah siswa yang ada
di dalam kelas dan bagilah kertas-kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama.
b.
Pada separuh bagian, tulis pertanyaan tentang materi
yang akan di belajarkan. Setiap kertas berisi satu pertanyaan.
c.
Pada separuh kertas yang lain, tulis jawaban dari
pertanyaanpertanyaan yang telah dibuat.Kemudian kocoklah semua kertas sehingga
akan tercampur antara soal dan jawaban.
d.
Setiap siswa diberi satu kertas. Jelaskan bahwa ini
adalah aktivitas yang dilakukan yang dilakukan berpasangan. Separuh siswa akan
mendapatkan soal dan separuh yang lain akan mendapatkan jawaban.
e.
Mintalah kepada siswa untuk menemukan pasangan mereka.
Jika ada yang sudah menemukan pasangan, mintalah kepada mereka untuk duduk
berdekatan. Jelaskan juga agar mereka tidak memberi tahu materi yang mereka
dapatkan kepada teman yang lain.
f.
Setelah semua siswa menemukan pasangan dan duduk
berdekatan, mintalah kepada setiap pasangan secara bergantian untuk
membacakan soal yang diperoleh dengan keras kepada teman-temannya yang
lain. Selanjutnya soal-soal tersebut dijawab oleh pasangannya.
g.
Akhiri proses ini dengan membuat klarifikasi dan
kesimpulan.
D.
METODE PENELITIAN
1.
Setting Penelitian
2.
Prosedur Penelitian
3.
Pengumpulan Data
4.
Analisis Data
5.
Indikator Keberhasilan
E.
JADUAL PENELITIAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN:
- Skenario (RPP)
- Instrumen (pedoman) observasi
- Pedoman wawancara
- Angket
- Media/Peraga
- Daftar hadir siswa
- Daftar nilai siswa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar