Senin, 17 Oktober 2016

Latihan Menulis PTK



PROPOSAL PTK

A.      JUDUL:  UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM MEMPELAJARI ARTI SURAT-SURAT PENDEK MELALUI METODE INDEX CARD  MATCH KELAS 3 MI MA’ARIF KECAMATAN KALIGOWONG KABUPATEN WONOSOBO TAHUN PELAJARAN 2016/2017.

B.     PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kreativitas pendidikan bangsa itu sendiri. Kompleksnya masalah kehidupan menuntut sumber daya manusia handal dan mampu berkompetensi. Selain itu pendidikan merupakan wadah yang dapat dipandang sebagai pembentuk sumber daya manusia yang bermutu tinggi. Berhasil atau tidaknya suatu proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh pembelajaran yang berlangsung. Pembelajaran adalah suatu proses yang rumit karena tidak sekedar menyerap informasi dari guru tetapi melibatkan berbagai kegiatan dan tindakan yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih baik.
Suprijono mengemukakan bahwa, “Pembelajaran (learning) berdasarkan makna leksikal berarti proses, cara, perbuatan mempelajari” (Suprijono, A. 2012: 13) Pengertian pembelajaran menurut Max  pembelajaran adalah memberikan kebebasan siswa untuk memilih bahan pelajaran dan cara mempelajarinya sesuai dengan minat dan kemampuannya (Max, D, 2012) Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukkan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Pembelajaran sendiri merupakan suatu proses yang kompleks (rumit) dengan maksud memberi pengalaman belajar ke-pada siswa sesuai dengan tujuan. (Sumiati dan Asra, 2009: 3) Pembelajaran mempunyai sejumlah komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan yang meliputi guru, materi pem-belajaran, dan  siswa.
Proses pembelajaran tersusun atas sejumlah komponen atau unsur yang saling berkaitan dan saling berinteraksi satu sama lain. Interaksi antara guru dan peserta didik pada saat proses belajar mengajar berlangsung memegang peranan penting untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kemungkinan kegagalan guru dalam menyampaikan suatu pokok bahasan disebabkan saat proses belajar mengajar guru kurang membangkitkan perhatian dan aktivitas peserta didik dalam mengikuti pelajaran.
Guru yang masih menggunakan metode pembelajaran konvensional dengan alasan lebih mudah digunakan.  Guru lebih lebih banyak ceramah dan peserta didik hanya sebagai pendengar. Guru memberikan konsep-konsep pelajar-an dan peserta didik hanya harus diam memperhatikan. Pembelajaran demikian tidak melibatkan peserta didik aktif dalam pembelajaran karena guru mendominasi pembelajaran. Akibatnya, peserta didik mudah merasa bosan dan berbicara sendiri. Beberapa guru menganggap dirinya telah terampil mengajar karena telah mengajar selama bertahun-tahun. Anggapan yang demikian menyebabkan kualitas pembelajaran menurun. Mengenai kesalahan yang sering dilakukan guru,  (E Mulyasa,  2011: 20) mengemukakan “Guru harus menyadari bahwa mengajar memiliki sifat yang sangat kompleks karena melibatkan aspek pedagogis, psikologis, dan didaktis secara bersamaan”. Pembelajaran konvensional materi biasanya hanya disajikan dalam konsep-konsep tanpa melibatkan peserta didik untuk menemukan konsep sendiri sehingga kurang bermakna bagi peserta didik.
Maka dalam proses mengajar diharapkan terjadi interaksi antara guru, peserta didik dan lingkungannya. Metode mengajar adalah salah satu cara yang digunakan guru untuk mengadakan hubungan dengan siswa pada saat pengajaran berlangsung. Peranan metode pengajaran sebagai alat untuk menciptakan PBM yang emnarik sangat penting untuk menunjang keberhasilan suatu pembelajaran. Ada banyak metode yang digunakan dalam pembelajaran, di antaranya dan salah satunya adalah metode index card match.
2.      Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini adalah :
1.      Bagaimana penggunaan model kooperatif tipe Index Card Match dalam peningkatan keberhasilan pembelajaran?
2.      Apa kelebihan dan kekurangan penggunaan Model Kooperatif Tipe Index Card Match sebagai upaya peningkatan keberhasilan pembelajaran?
3.      Tujuan Penelitian
Adapun tujuan metode index card match ini adalah :
a.       Untuk melatih peserta didik agar lebih cermat dan lebih kuat pemahamannya terhadap suatu materi pokok. (Ismail SM., 2011: 82).
b.      Meningkatkan minat belajar siswa.
c.       Pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa akan memperoleh hasil yang lebih baik.
4.      Kemanfaatan Penelitian
Adapun manfaat metode index card match ini adalah:
a.       Diharapkan dapat melatih peserta didik agar lebih cermat dan lebih kuat pemahamannya terhadap suatu materi pokok. (Ismail SM., 2011: 82).
b.      Diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa.
c.       Diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa sehingga memperoleh hasil yang lebih baik.
C.      TINJAUAN PUSTAKA
1.    Teori Tentang Masalah index card match.
Salah satu metode dalam pembelajaran kooperatif adalah dengan tipe Index Card  Match.Pengertian Index Card Match  adalah mencari jodoh kartu tanya jawab yang dilakukan secara berpasangan. Menurut (Marwan dan Bona.(2011: 86) Metode Index Card Match adalah Metode pemecahan masalah yang digunakan dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Metode pembelajaran Index Card Match dapat memupuk kerja sama siswa dalam menjawab pertanyaan dengan mencocokkan kartu indeks yang ada di tangan mereka. Proses pembelajaran ini lebih menarik karena siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan.
Menurut Suprijono  metode “mencari pasangan kartu” atau index card match cukup menyenangkan digunakan untuk mengulangi materi pembelajaran yang telah diberikan sebelumnya.
(Siberman 2006: 250) menyatakan langkah-langkah strategi index card match yaitu sebagai berikut:
a.    Pada kartu indeks yang terpisah, tulislah pertanyaan tentang apapun yang diajarkan di kelas. Buatlah kartu pertanyaan dengan jumlah yang sama dengan stengah jumlah siswa.
b.    Pada kartu yang terpisah, tulislah jawaban atas masing-masing pertanyaan itu.
c.     Campurkan dua kumpulan kartu itu dan kocoklah beberapa kali agar benar-benar tercampuraduk.
d.   Berikan satu kartu untuk satu siswa. Jelaskan bahwa ini merupakan latihan pencocokan. Sebagian siswa mendapat pertanyaan tinjauan dan sebagian lain mendapat kartu jawabannya.
e.    Perintahkan siswa untuk mencari kartu pasangan mereka. Yaitu kartu yang berupa soal dengan kartu yang cocok atau yang merupakan jawaban dari kartu soal tersebut.
f.     Bila semua pasangan yang cocok telah duduk bersama, perintahkan tiap pasangan untuk memberikan kuis kepada siswa lain dengan membacakan keras-keras pertanyaan mereka dan menantang siswa lain untuk memberikan jawabannya.
Berdasarkan pendapat di atas, metode pembelajaran Index Card Match merupakan metode pembelajaran yang menuntut siswa untuk bekerja sama dan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab siswa atas apa yang dipelajari dengan cara yang menyenangkan. Siswa saling bekerja sama dan saling membantu untuk menyelesaikan pertanyaan dan melemparkan pertanyaan kepada pasangan lain. Kegiatan belajar bersama ini dapat membantu memacu belajar aktif dan kemampuan untuk mengajar melalui kegiatan kerjasama kelompok kecil yang memungkinkan untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan materi.
Dengan demikian metode pembelajaran Index Card Match adalah suatu cara pembelajaran aktif untuk meninjau ulang materi pelajaran dengan teknik mencari pasangan kartu indeks yang merupakan jawaban atau soal sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana menyenangkan.
2.      Teori Tentang Keaktifan
Keaktifan adalah posisi dimana siswa dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung, dengan keaktifan siswa maka proses pembelajaran dapat berhasil dengan baik sesuwai dengan tujuan pembelajaran.
3.      Kerangka Pikir
Setiap strategi pembelajaran, model pembelajaran, ataupun metode pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kelemahan termasuk model  pembelajaran aktif tipe index card match. Menurut Marwan menyatakan bahwa kelebihan index card match adalah sebagai berikut:
a.    Menumbuhkan kegembiraan dalam kegiatan belajar mengajar.
b.    Materi pelajaran yang disampaikan lebih menarik perhatian siswa.
c.    Mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenagkan.
d.   Mampu meningkatkan hasil belajar siswa mencapai taraf ketuntasan belajar.
Marwan dalam (Sanjaya, 2008:163) menyatakan bahwa terdapat kelebihan dari index card match yaitu sebagai berikut.
a.    Menumbuhkan kegembiraan dalam kegiatan belajar mengajar.
b.    Materi pelajaran yang disampaikan lebih menarik perhatian siswa.
c.    Mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenagkan.
d.   Mampu meningkatkan hasil belajar siswa mencapai taraf ketuntasan belajar.
e.    Penilaian dilakukan bersama pengamat dan pemain.
4.      Hipotesis Tindakan
Berikut angkah-langkah tindakan metode  index card match:
a.    Buatlah potongan kertas sebanyak jumlah siswa yang ada di dalam kelas dan bagilah kertas-kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama.
b.    Pada separuh bagian, tulis pertanyaan tentang materi yang akan di belajarkan. Setiap kertas berisi satu pertanyaan.
c.    Pada separuh kertas yang lain, tulis jawaban dari pertanyaanpertanyaan yang telah dibuat.Kemudian kocoklah semua kertas sehingga akan tercampur antara soal dan jawaban.
d.   Setiap siswa diberi satu kertas. Jelaskan bahwa ini adalah aktivitas yang dilakukan yang dilakukan berpasangan. Separuh siswa akan mendapatkan soal dan separuh yang lain akan mendapatkan jawaban.
e.    Mintalah kepada siswa untuk menemukan pasangan mereka. Jika ada yang sudah menemukan pasangan, mintalah kepada mereka untuk duduk berdekatan. Jelaskan juga agar mereka tidak memberi tahu materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain.
f.     Setelah semua siswa menemukan pasangan dan duduk berdekatan, mintalah kepada setiap pasangan secara bergantian untuk membacakan soal yang diperoleh dengan keras kepada teman-temannya yang lain. Selanjutnya soal-soal tersebut dijawab oleh pasangannya.
g.    Akhiri proses ini dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan. 


D.      METODE PENELITIAN
1.         Setting Penelitian
2.         Prosedur Penelitian
3.         Pengumpulan Data
4.         Analisis Data
5.         Indikator Keberhasilan

E.       JADUAL PENELITIAN

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN:

  1. Skenario (RPP)
  2. Instrumen (pedoman) observasi
  3. Pedoman wawancara
  4. Angket
  5. Media/Peraga
  6. Daftar hadir siswa
  7. Daftar nilai siswa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar